Vania Febriyantie, Sosok Inspiratif Pelopor Seni Tani

23 komentar
Pelopor Seni Tani
Vania Febriyantie Pelopor Seni Tani,
via instagram.com/@vaniavanya dan canva
Di Indonesia, pertanian menjadi salah satu sektor yang penting. Vania Febriyantie menjadi sosok inspiratif pelopor Seni Tani. Vania dan dan rekannya, Galih mengubah lahan tidur seluas 680 m² menjadi kebun sayur yang produktif. Vania memiliki background di bidang Biologi, sedangkan Galih di bidang hukum.

Vania dan rekannya menjalankan tren urban farming yaitu konsep bercocok tanam di lingkungan perkotaan. Motivasi Seni Tani berangkat dari keinginan untuk menjadikan akses pangan lokal di daerah sendiri.


Saat panen tiba, komuditas tersebut langsung didistribusikan pada konsumen di sekitarnya agar masyarakat mendapatkan akses pangan yang berkualitas.


Awal Mula munculnya Seni Tani

Sejarah terbentuknya Seni Tani
Terbentuknya Seni Tani,
via instagram.com/@kamisenitani dan canva

Seni Tani adalah program usaha pertanian regeneratif di daerah urban (Urban Farming

Social Entreprises) di Bandung, Jawa

Barat. Program ini dipelopori oleh Vania

Febriyantie dan rekannya, Galih. Mereka berdua tinggal di daerah urban Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Bandung.


Vania yang lahir pada tahun 1993 di Lhokseumawe adalah pelopor Seni Tani yang menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Vania Febriyantie mempunyai latar belakang pendidikan di jurusan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. 


Alasan Vania dan rekannya menjalankan seni tani di masa pandemi  di antaranya banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan menyebabkan depresi  sehingga Vania dan rekannya melihat peluang dengan memanfaatkan lahan tidur di kawasan Sukamiskin, Arcamanik.


Seperti dilansir dari anugerahpewartaastra.satu-indonesia, sejak era pandemi di Bulan November 2020 hingga sekarang ada 680 m² lahan tidur yang dimanfaatkan menjadi kebun sayur. Hasilnya selama periode Januari-Juli 2022 Seni Tani telah memanen sayuran sebanyak 303,843 kg.

Panen sayuran Kebun Tani Berdaya
Hasil panen Seni Tani,
via instagram.com/@kamisenitani dan canva

Hasil panen kemudian akan didistribusikan melalui Kelompok Tani Sauyunan dengan sistem CSA, Community Supported Agriculture. Dalam hal ini, anggota kelompok ini dengan jumlah 24 orang  akan membayar di awal bulan sebelum benih sayur ditanam. Keuntungannya petani urban memperoleh kepastian, advance payment sebelum panen.


Kontribusi Seni Tani Terhadap Perekonomian, Sosial, dan Lingkungan

Dampak Seni Tani
Kontribusi Seni Tani,
via instagram.com/@kamisenitani dan canva

Saat ini krisis pangan atau kualitas pangan di daerah perkotaan sudah berlangsung. Setiap hari, Kita memang masih bisa makan tetapi bagaimana dengan kualitas makanannya?

Real food dan artificial food sudah bercampur. Anak-anak muda di daerah perkotaan cenderung mengkonsumsi makanan yang manis-manis contohnya. Boba dan lainnya.


Realitanya saat ini makanan artifisial lebih murah dibanding real food. Makanan  organik dan sehat cenderung tidak terjangkau dan menjadi eksklusif. Pada akhirnya makanan sehat ini hanya bisa dijangkau orang yang mampu saja.


Seni Tani memiliki harapan agar makanan sehat bisa dinikmati masyarakat dengan harga yang terjangkau. Melalui Seni Tani ini, apa yang dilakukan Vania dan rekannya membawa dampak baik bagi perekonomian dan lingkungan sekitarnya.


Berawal dari  5 orang anggota inti dan 99 orang sukarelawan, Seni tani ini dibangun berdasarkan sistem bisnis sosial atau community-supported agriculture (CSA), yaitu membayar biaya berlangganan pada awal musim tanam bagi para anggotanya.


Bisnis ramah lingkungan seperti ini memberikan kontribusi positif bagi para pelakunya seperti meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar dan membuka peluang lapangan pekerjaan yang baru.


Kontribusi lainnya di bidang sosial, Seni Tani melibatkan komunitas dan para pemuda mendapatkan nature healing melalui Kebun Komunal, memperoleh pelatihan urban farming dan menyediakan akses pangan lokal yang sehat

Pelatihan bersama Seni Tani,
via instagram.com/@kamisenitani dan canva
Berkebun sejak dini
Belajar berkebun di Seni Tani,
via instagram.com/@vaniavanya dan canva

Selain itu ada juga agenda belajar berkebun untuk anak di Kebun Seni Tani. Anak-anak dikenalkan dengan dunia pertanian regeneratif dan ikut beraktivitas di Kebun Seni Tani. Anak-anak bisa mengenal seperti apa proses bertani di kebun.


Dampak lainnya, melalui publikasi media  diharapkan bisa memberikan pengaruh positif karena Vania sebagai generasi muda begitu menginspirasi. 


Penghargaan ASTRA SATU Indonesia bagi Vania Febriyantie, Sosok Inspiratif Pelopor Seni Tani 

Penghargaan ASTRA SATU Indonesia
Vania Febriyantie Peraih penghargaan Astra,
via instagram.com/@vaniavanya dan canva
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
Setiap perbuatan baik akan membawa kebaikan pula bagi pelakunya. Ilmu yang diamalkan menjadi manfaat bagi lingkungan sekitarnya, seperti halnya Vania dengan pengetahuannya di bidang pertanian menjadi pelopor Seni Tani. 

Berkat keuletan dan kiprahnya yang mempopulerkan Seni Tani dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan membawa inspirasi bagi banyak orang  Hal inilah yang membawa Vania menjadi salah satu penerima penghargaan SATU Indonesia Awards pada tahun 2021 dengan kategori Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19.


Satu Indonesia Awards adalah wujud apresiasi ASTRA untuk generasi muda, baik individu maupun kelompok yang berhasil membawa perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitarnya, di berbagai bidang baik, Kesehatan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, serta satu kategori kelompok yang mewakili kelima bidang di atas.


Itulah kiprah Vania Vebriyantie, pelopor Seni Tani yang menginspirasi. Generasi muda yang punya pengaruh positif. Berhasil menerapkan urban farming dan bisa mengangkat perekonomian warga sekitarnya. Selain itu, akses pangan sehat pun bisa terwujud. Semoga saja akan ada vania-vania lainnya yang terinspirasi melakukan hal yang serupa di Indonesia.



Salam,












Lia Yuliani
Salam ... saya Lia Yuliani dengan nama pena Leannie Azalea. Ini adalah blog kedua dari Catatan Leannie by lia.yuliani.com. Saya seorang lulusan DIV Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung. Momblogger, sekaligus Kontributor media online, dan Ghost Writer. Penyuka puisi dan traveling. Sudah puluhan artikel dibuat penulis sejak tahun 2018 dari berbagai media online seperti Idn Times dan Kompasiana. Telah menulis belasan antologi baik puisi, cerita anak, cerita remaja, dan non fiksi sepanjang tahun 2018. Silakan hubungi leannie.019@gmail.com untuk mengajukan penawaran atau kerja sama.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

23 komentar

  1. Saya pertama kali mengenal Seni Tani dari kontennya Raditya Dika. Karena kak Vania kebetulan diundang. Dari pemaparannya memang konsep Seni Tani ini adalah konsep pertanian yang memang mampu mensejahterakan. Dengan membawa semangat petani milenial untuk dapat bergabung dan berkontribusi. Sayangnya ini baru di Bandung. Dan semoga daerah-daerah lainnya dapat meniru semangatnya.

    BalasHapus
  2. Asli keren lo pejuang ekonomi ini. Pas Covid, kak Vania justru menghasilkan ide yang membantu orang bisa berpenghasilan. Apalagi konsepnya berkebun dan bertani, jadi aktifitas ini enggak cuma ngasilin cuan tapi juga menghilangkan stress akibat pembatasan. ❤️❤️

    BalasHapus
  3. Salut utk Vania dkk yg telah berbagi ilmu ketrampilan dan juga lifestyle melalui Seni Tani ini. Sungguh inspiratif!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Bu Tanti, apalagi untuk generasi jaman now. Ini jadi hal yang asik, sehingga akan banyak muncul petani muda

      Hapus
  4. Di Indonesia butuh banget anak mudah inspiratif seperti Kak Vania Febriyantie. Selain peduli dengan alam, Kak Vania juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk penduduk sekitar, Keren!

    BalasHapus
  5. Salut sama orang-orang yang bisa membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya. Pasti ga mudah. Apalagi sampai membuat inovasi yang mampu mensejahterakan kehidupan org lain. Smg makin banyak orang-orang seperti beliau.

    BalasHapus
  6. wuihh keren banget insipiratif dan invoatif semoga bisa menjadi budaya di Indonesia supaya banyak yang tersejahterakan

    BalasHapus
  7. Bener-bener pemakmur bumi ya kalo kaya gini. Selain memakmurkan bumi, juga memakmurkan manusia-manusianya. ilmu dan kepedulian yang bersinergi jadi keren banget hasilnya, maasyaAllah

    BalasHapus
  8. Ternyata sekarang banyak sekali ya anak mudah inspiratif yang memggerakan sebuah sektor dan berperan penting bagi orang banyak. Tapi, untuk punya perhatian bessr di Seni Tani pun butuh yang namanya kesukaan terhadap seni tani karena enggak semua orang menekuni bidang tsb

    BalasHapus
  9. Lingkungan di sekitar kita butuh perubahan termasuk di pertanian yang mana dunia berubah dan caranya pun berubah, ini adalah inspirasi tak bertepi

    BalasHapus
  10. Keren banget cara kak vania dan rekannya dalam merespon kondisi masyarakat sekitar yang kehilangan pekerjaan sampai akhirnya mendirikan seni tani ini.

    BalasHapus
  11. Keren mba Vania ini, bisa membawa perubahan bagi lingkungan sekitar dengan lifestyle bertani.

    BalasHapus
  12. Wah, sebenarnya pertanian itu bidang yang sangat berpotensi untuk maju jika dikembangkan di Indonesia ya. Real food alias makanan organik ini adalah makanan sesungguhnya yang penuh gizi dan tentu mengurangi risiko manusia dari aneka macam penyakit yang banyak muncul sekarang. Salut dengan anak muda seperti Vani yang punya inisiatif semacam ini.

    BalasHapus
  13. Sosok Vania ini beneran milenial banget
    Saat anak muda pada gak melirik dengan dunia tani, ia justru bikin banyak gebrakan. Salut dengan semua upayanya
    Anak muda bangsa kita semoga banyak yang mengikuti jejak Vania ini

    BalasHapus
  14. Baru tahu ada konsep ini, konsep Seni Tani. Sepertinya menarik buat saya yang juga sedikit tertarik dalam bidang itu.

    BalasHapus
  15. Luar biasa ya anak-anak muda sekarang. Banyak hal-hal positif dilakukan dan diprogram secara terorganisir dengan baik. Dan hasilnya luar biasa, walau dimulai dari aktivitas kecil. Mirip dengan ini ada juga kelompok anak2 muda yang membuat bank sampah, sehingga berguna bagi masyarakat luas untuk mendapatkan nilai ekonomis dari sampah sehari-hari yang mereka hasilkan tiap hari.

    BalasHapus
  16. Baca tulisan ini jadi semangat buat berkebun juga di rumah.. Keren banget Kak Vania dengan Seni Tani. Jadi bisa membuka lapangan kerja buat masyarakat dan bermanfaat buat sesama..

    BalasHapus
  17. Siapa sangka seni dan pertanian bisa jadi duet maut yang begitu harmonis? Kalau dulu kita lihat traktor di sawah, sekarang bisa jadi kita lagi lihat karya seni bergerak. Brava, Vania
    Kereeen banget pokoknya

    BalasHapus
  18. Salut dgn semangat kak Vania sbg generasi muda utk mendirikan Seni Tani ini. Inspiratif bgt.

    BalasHapus
  19. Tidak mudah mengubah lahan tidur menjadi kebun sayur yang produktif. Butuh kesabaran ekstra, anggota yang mumpuni, serta distribusi akhir yang jelas. Melalui artikel ini kita dapat mengetahui orang baik tersebut, salut kak. Nice artikel kaa

    BalasHapus
  20. Waah keren banget kak Vania ini mendirikan seni tani, dimana tak hanya memanfaatkan ekonomi ajaa tapi juga mampu mengajak masyarakat sekitarnya jadi berdaya

    BalasHapus
  21. Asli ini keren banget. Jarang banget anak muda terjun ke dunia pertanian. Keren sekali bisa mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah menjadi manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat luas.

    BalasHapus
  22. Awalnya aku gak paham, tapi serasa gak asing dengan namanya.
    Ternyataa, beneran...
    Aku pernah beli bibit bunga dan sayuran di salah satu rumah yang jaraknya gak jauh dari Seni Tani.

    Dan memang di daerahku (Arcamanik juga, dan dekeeett banget sama Seni Tani) memang penduduknya aktif menanam. Dari mulai bunga, untuk meperindah Arcamanik sampai pohon yang memang belum pada besar, tapi semoga dengan dirawat setiap hari, lama-lama besar dan bisa mengayomi setiap orang yang melewatinya.

    BalasHapus

Posting Komentar